Kamu tetap yang terbaik untuk aku.
Kemarin, hari ini, besok bahkan untuk selamanya.
Sekeras apa pun kamu menyakiti aku, aku yakin dan aku percaya aku akan selalu bisa menyayangi kamu sebelum hari ini.
Dan dengan sisa-sisa harapan yang aku punya aku selalu berharap kamu kembali utuh dengan ku.
Aku yakin Tuhan akan memberikan tangan Nya untuk kita berdua.
Jumat, 22 Agustus 2014
"Give Me a Reason"
Kenapa?
Kenapa keberadaan ku selama ini tidak pernah tampak, tanpa menoleh dan melihat aku tau kenapa kamu melakukan ini. Beberapa alasan muncul dalam benak ku, kenapa?
Karena kamu takut kah menyakiti hatinya?
Karena kamu malukah dengan keadaan ku?
Ya..
Biarlah, tapi aku masih selalu berharap dan mengharap kamu mau berubah. Berubah menjadi sosok pendampingku yang lebih baik. Memperlihatkan aku bukan sebagai sebuah tontonan, memperlihatkan aku bukan untuk dipermalukan, memperlihatkan ku bukan sebagai kutukan dan sebuah hal yang memalukan untuk kamu tapi samapi detik ini dan sampai kapanpun aku masih sangat berharap kamu memperlihatkan aku sebagai seorang yang kamu sayang, kamu cintai dan sebagai sosok istri kamu di mata orang-orang disekitar kamu.
Dear, Calon Suami Ku tersayang.
Seberapapun kamu menyakiti aku, aku akan tetap belajar dan selalu menjadi pendamping yang menyayangi dan menghormati kamu sebagaimana layaknya seorang istri yang diperlakukan istimewa oleh suaminya.
Kenapa?
Kenapa keberadaan ku selama ini tidak pernah tampak, tanpa menoleh dan melihat aku tau kenapa kamu melakukan ini. Beberapa alasan muncul dalam benak ku, kenapa?
Karena kamu takut kah menyakiti hatinya?
Karena kamu malukah dengan keadaan ku?
Ya..
Biarlah, tapi aku masih selalu berharap dan mengharap kamu mau berubah. Berubah menjadi sosok pendampingku yang lebih baik. Memperlihatkan aku bukan sebagai sebuah tontonan, memperlihatkan aku bukan untuk dipermalukan, memperlihatkan ku bukan sebagai kutukan dan sebuah hal yang memalukan untuk kamu tapi samapi detik ini dan sampai kapanpun aku masih sangat berharap kamu memperlihatkan aku sebagai seorang yang kamu sayang, kamu cintai dan sebagai sosok istri kamu di mata orang-orang disekitar kamu.
Dear, Calon Suami Ku tersayang.
Seberapapun kamu menyakiti aku, aku akan tetap belajar dan selalu menjadi pendamping yang menyayangi dan menghormati kamu sebagaimana layaknya seorang istri yang diperlakukan istimewa oleh suaminya.
Selasa, 19 Agustus 2014
Tinggal terhitung oleh jari cepat atau lambat waktu itu akan datang. Haruskah masih bersedih menghadapi kenyataan?
Atau harus merangkak kembali menapaki luka?
Ya, Tuhan telah memberi jawabnya lewat do'a.
Kamulah orang yang pantas aku perjuangkan,
Dear, Calon Suami Ku,
Meskipun tinggal menghitung hari aku tetap lah menjadi wanita yang berharap belas kasihmu untuk kembali mencintaiku lagi seperti dulu sebelum ini.
Tetap menjadi wanita yang berharap memilikimu seutuhnya, dan bisa membuat mu tertawa bahagia tulus dari dalam hati kamu.
Ya Allah,
Aku serahkan hatiku kepada Mu, jangan biarkan hati ini dipenuhi dengan luka.
Aku serahkan hidupku kepada Mu, jangan biarkan hidup ini dipenuhi dengan air mata.
Dan aku mohon,
Jadikan lelaki yang aku cintai mencintaiku seperti aku mencintainya,
memperjuangkan ku seperti aku memperjuangkannya,
mempertahankan aku seperti aku mempertahankannya,
memilihku seperti aku memilihnya,
menjadikan ku satu-satunya di hati dan hidupnya.
Ya Allah,
Sembuhkan lukanya,
Sembuhkan hatinya.
Sembuhkan luka ku, jangan biarkan luka ini menarik akal sehat ku.
Sudahi luka ini, jangan biarkan keluarga kecil dan malaikat-malaikat kecilku kelak merasakannya.
Cukup aku yang merasakannya, jangan biarkan calon suami ku tau betapa sakit dan hancurnya hatiku.
Dear, Calon Suami Ku,
Nafas terakhir dalam hidupku akan tetap menjadi milikmu, aku berjanji.
Atau harus merangkak kembali menapaki luka?
Ya, Tuhan telah memberi jawabnya lewat do'a.
Kamulah orang yang pantas aku perjuangkan,
Dear, Calon Suami Ku,
Meskipun tinggal menghitung hari aku tetap lah menjadi wanita yang berharap belas kasihmu untuk kembali mencintaiku lagi seperti dulu sebelum ini.
Tetap menjadi wanita yang berharap memilikimu seutuhnya, dan bisa membuat mu tertawa bahagia tulus dari dalam hati kamu.
Ya Allah,
Aku serahkan hatiku kepada Mu, jangan biarkan hati ini dipenuhi dengan luka.
Aku serahkan hidupku kepada Mu, jangan biarkan hidup ini dipenuhi dengan air mata.
Dan aku mohon,
Jadikan lelaki yang aku cintai mencintaiku seperti aku mencintainya,
memperjuangkan ku seperti aku memperjuangkannya,
mempertahankan aku seperti aku mempertahankannya,
memilihku seperti aku memilihnya,
menjadikan ku satu-satunya di hati dan hidupnya.
Ya Allah,
Sembuhkan lukanya,
Sembuhkan hatinya.
Sembuhkan luka ku, jangan biarkan luka ini menarik akal sehat ku.
Sudahi luka ini, jangan biarkan keluarga kecil dan malaikat-malaikat kecilku kelak merasakannya.
Cukup aku yang merasakannya, jangan biarkan calon suami ku tau betapa sakit dan hancurnya hatiku.
Dear, Calon Suami Ku,
Nafas terakhir dalam hidupku akan tetap menjadi milikmu, aku berjanji.
Senin, 18 Agustus 2014
Luka itu datang dengan tiba-tiba melenyapkan rasa bahagia yang baru saja berlalu dan bekasnya pun harusnya masih terasa. Rasanya seperti bisu, buta, tuli dan lumpuh tidak ada lagi satupun hal yang bisa di ungkapkan.
Dulu mencintaimu adalah hal yang membahagiakan untuk aku, sekarang memperjuangkan kamu dan memenangkan hati kamu adalah pilihanku selama aku masih bernafas. Seperti ada dibawah puing-puing reruntuhan rasa bahagia dan bernaung dibawah bendera kesakitan tapi kamu harus tau aku akan mampu bertahan mencintai kamu, dan sampai detik ini aku masih memohon belas kasihmu untuk mencintaiku seutuhnya kembali.
Dulu mencintaimu adalah hal yang membahagiakan untuk aku, sekarang memperjuangkan kamu dan memenangkan hati kamu adalah pilihanku selama aku masih bernafas. Seperti ada dibawah puing-puing reruntuhan rasa bahagia dan bernaung dibawah bendera kesakitan tapi kamu harus tau aku akan mampu bertahan mencintai kamu, dan sampai detik ini aku masih memohon belas kasihmu untuk mencintaiku seutuhnya kembali.
Dear, Calon Suamiku,
Kuatkan hatimu hanya untuk aku,
Kuatkan cintamu hanya untuk aku selamanya,
Ketahuilah calon suamiku, bahwa sesakit apapun luka yang pernah kamu torehkan dihatiku tidak akan membuatku meninggalkanmu karena cintaku mengalir seperti air semakin jauh cintaku berjalan semakin besar dan kau pula cintaku untuk kamu dan kamu lah satu-satunya seseorang yang terpilih menjadi imam ku untuk selamanya.
Sebuah kata yang pernah terucap dari seseorang yang terpenting di hidupmu yang dapat sedikit menguatkan aku bahwa "Ketika kamu menyakiti aku, sama hal nya kamu menyakitinya".
Kuatkan hatimu hanya untuk aku,
Kuatkan cintamu hanya untuk aku selamanya,
Ketahuilah calon suamiku, bahwa sesakit apapun luka yang pernah kamu torehkan dihatiku tidak akan membuatku meninggalkanmu karena cintaku mengalir seperti air semakin jauh cintaku berjalan semakin besar dan kau pula cintaku untuk kamu dan kamu lah satu-satunya seseorang yang terpilih menjadi imam ku untuk selamanya.
Sebuah kata yang pernah terucap dari seseorang yang terpenting di hidupmu yang dapat sedikit menguatkan aku bahwa "Ketika kamu menyakiti aku, sama hal nya kamu menyakitinya".
Kehidupan berjalan seperti layaknya air yang mengalir, tidak pernah tau dimana akan berhenti dan siapa saja yang akan basah dengan air itu. Tapi selayaknya air kehidupan juga bisa dibawa kemana harus berjalan dan berlabuh. Ketika seseorang harus basah terkenanya tidak dapat dipungkiri jika dingin akan menyelimuti pula tubuhnya.
Aku seorang yang selalu menunggu keajaiban dari Tuhan, tanpa tahu kapan itu akan terjadi. Tapi aku yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan seorang hambanya selalu tersakiti selamaya.
Kini aku memiliki kamu dari 5 tahun yang lalu, walau hanya beberapa waktu saja aku memiliki hatimu seutuhnya tapi setidaknya aku tetap bersyukur mengenal kamu, menjadi bagian dari kehidupanmu dan aku pun bersyukur aku sempat menangis dan jatuh karena kamu. Dengan begini aku tau bahwa aku bukan hanya terobsesi saja dengan adanya kamu, tapi dengan ini aku jauh lebih tau bahwa aku benar-benar mencitai kamu.
Dear, Calon Suamiku,
Seperti apapun hari ini, aku telah memilih kamu. Menjadi sumpah ku 5 tahun silam bahwa aku akan memperjuangkan kamu sampai hambusan nafas terakhirku.
Dear, Calon Suamiku,
Maafkan aku jika apa yang ada di dalam diriku tidak sesuai dengan harapanmu, aku hanya seorang wanita yang mungkin terpandang sebelah mata di matamu, aku bukan wanita yang cantik jauh dari itu semua.
Aku hanya seorang yang selalu berdo'a dan berharap kamu cintai, berharap kesetiaan kamu selamanya seperti dulu.
Dear, Calon Suamiku,
Terkadang muncul beberapa saat ketika aku harus merasa malu bertemu dengan teman-teman kamu, merasa takut kamu malu dengan adanya aku yang tidak sesempurna orang-orang disekeliling mu. Tapi tidak bisa aku pungkiri jika akupun sangat takut kehilangan kamu, terkadang untuk berkata tidak lidahku pun terasa kaku karena aku merasa takut jika menimbulkan amarahmu, merasa takut menyakitimu.
Aku hanya seorang yang ingin benar-benar kamu cintai karena aku tidak sesempurna wanita pada ummnya.
Aku seorang yang selalu menunggu keajaiban dari Tuhan, tanpa tahu kapan itu akan terjadi. Tapi aku yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan seorang hambanya selalu tersakiti selamaya.
Kini aku memiliki kamu dari 5 tahun yang lalu, walau hanya beberapa waktu saja aku memiliki hatimu seutuhnya tapi setidaknya aku tetap bersyukur mengenal kamu, menjadi bagian dari kehidupanmu dan aku pun bersyukur aku sempat menangis dan jatuh karena kamu. Dengan begini aku tau bahwa aku bukan hanya terobsesi saja dengan adanya kamu, tapi dengan ini aku jauh lebih tau bahwa aku benar-benar mencitai kamu.
Dear, Calon Suamiku,
Seperti apapun hari ini, aku telah memilih kamu. Menjadi sumpah ku 5 tahun silam bahwa aku akan memperjuangkan kamu sampai hambusan nafas terakhirku.
Dear, Calon Suamiku,
Maafkan aku jika apa yang ada di dalam diriku tidak sesuai dengan harapanmu, aku hanya seorang wanita yang mungkin terpandang sebelah mata di matamu, aku bukan wanita yang cantik jauh dari itu semua.
Aku hanya seorang yang selalu berdo'a dan berharap kamu cintai, berharap kesetiaan kamu selamanya seperti dulu.
Dear, Calon Suamiku,
Terkadang muncul beberapa saat ketika aku harus merasa malu bertemu dengan teman-teman kamu, merasa takut kamu malu dengan adanya aku yang tidak sesempurna orang-orang disekeliling mu. Tapi tidak bisa aku pungkiri jika akupun sangat takut kehilangan kamu, terkadang untuk berkata tidak lidahku pun terasa kaku karena aku merasa takut jika menimbulkan amarahmu, merasa takut menyakitimu.
Aku hanya seorang yang ingin benar-benar kamu cintai karena aku tidak sesempurna wanita pada ummnya.
Langganan:
Komentar (Atom)