Senin, 18 Agustus 2014

Luka itu datang dengan tiba-tiba melenyapkan rasa bahagia yang baru saja berlalu dan bekasnya pun harusnya masih terasa. Rasanya seperti bisu, buta, tuli dan lumpuh tidak ada lagi satupun hal yang bisa di ungkapkan.
Dulu mencintaimu adalah hal yang membahagiakan untuk aku, sekarang memperjuangkan kamu dan memenangkan hati kamu adalah pilihanku selama aku masih bernafas. Seperti ada dibawah puing-puing reruntuhan rasa bahagia dan bernaung dibawah bendera kesakitan tapi kamu harus tau aku akan mampu bertahan mencintai kamu, dan sampai detik ini aku masih memohon belas kasihmu untuk mencintaiku seutuhnya kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar