Tinggal terhitung oleh jari cepat atau lambat waktu itu akan datang. Haruskah masih bersedih menghadapi kenyataan?
Atau harus merangkak kembali menapaki luka?
Ya, Tuhan telah memberi jawabnya lewat do'a.
Kamulah orang yang pantas aku perjuangkan,
Dear, Calon Suami Ku,
Meskipun tinggal menghitung hari aku tetap lah menjadi wanita yang berharap belas kasihmu untuk kembali mencintaiku lagi seperti dulu sebelum ini.
Tetap menjadi wanita yang berharap memilikimu seutuhnya, dan bisa membuat mu tertawa bahagia tulus dari dalam hati kamu.
Ya Allah,
Aku serahkan hatiku kepada Mu, jangan biarkan hati ini dipenuhi dengan luka.
Aku serahkan hidupku kepada Mu, jangan biarkan hidup ini dipenuhi dengan air mata.
Dan aku mohon,
Jadikan lelaki yang aku cintai mencintaiku seperti aku mencintainya,
memperjuangkan ku seperti aku memperjuangkannya,
mempertahankan aku seperti aku mempertahankannya,
memilihku seperti aku memilihnya,
menjadikan ku satu-satunya di hati dan hidupnya.
Ya Allah,
Sembuhkan lukanya,
Sembuhkan hatinya.
Sembuhkan luka ku, jangan biarkan luka ini menarik akal sehat ku.
Sudahi luka ini, jangan biarkan keluarga kecil dan malaikat-malaikat kecilku kelak merasakannya.
Cukup aku yang merasakannya, jangan biarkan calon suami ku tau betapa sakit dan hancurnya hatiku.
Dear, Calon Suami Ku,
Nafas terakhir dalam hidupku akan tetap menjadi milikmu, aku berjanji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar